mengatasi grogi

Generasi Pemimpin Arogan Tentu Bukan Impian. Yuk Siapkan Generasi Pemimpin Komunikatif dan Berakhlaq Indah

Hai Ayah, Bunda,,, di awal pembicaraan ini saya sapa dengan sebuah pantun ya.
“Pergi berlibur ke kota Pati,
Beli batik coraknya mewah.
Mari kita didik generasi,
Agar komunikatif dan akhlaknya indah.”

Nah, Ayah Bunda… pantun ini mengingatkan kita untuk membesarkan anak itu bukan hanya soal memberi makan dan pakaian, tapi juga mendidik mereka supaya bisa bicara dengan baik, punya akhlak yang indah, dan tentunya kelak di masa depan siap jadi pemimpin berakhlaq karimah. Karena sejatinya, ibu adalah sekolah pertama, dan orang tua adalah guru yang paling berpengaruh. Tentunya itu semua berada di rumah.
Orang tua itu sebenarnya sedang memimpin sebuah “tim kecil” bernama keluarga. Nah, kalau kita ingin anak-anak kita menjadi pemimpin yang komunikatif, tentu rumah harus jadi tempat latihan yang awal bagi mereka.
Kalau kita ditanya, apapentingnya, tentu kita tahu. Agar ketika kelak mereka menjadi pemimpin, akan bisa berinteraksi, komunikasi yang baik, yang bijaksana kepada orang lain. Bukan sebaliknya, menjadi pemimpin yang arogan. Na’udzubillah min dzalik.
Caranya gimana? Yuk kita bahas pelan-pelan:

1. Bangun komunikasi yang hangat dan terbuka
Anak-anak butuh merasa didengar. Jadi, coba deh sediakan waktu buat mendengarkan cerita mereka, tanpa buru-buru menghakimi atau menasihati. Kadang mereka cuma pengen didengar saja.
Selain itu, biasakan jujur dan empatik. Kalau anak merasa orang tuanya bisa dipercaya, mereka akan lebih mudah terbuka. Jangan lupa, bikin waktu khusus, misalnya ngobrol bareng di meja makan, atau jalan sore bareng. Itu semua jadi momen berharga buat melatih komunikasi.

2. Tanamkan nilai agama dan akhlak sejak dini
Orang tua itu guru pertama bagi anak. Jadi, ajarkan agama dengan cara yang menyenangkan, bukan dengan cara yang bikin tegang. Misalnya lewat cerita, permainan, atau contoh nyata sehari-hari.
Yang paling penting, jadi teladan. Anak itu peniru ulung. Kalau orang tua santun, rajin ibadah, dan jujur, insyaAllah anak akan terbawa.

3. Kembangkan kemandirian dan rasa tanggung jawab
Anak yang komunikatif biasanya juga punya rasa percaya diri. Nah, rasa percaya diri ini tumbuh kalau mereka diberi kepercayaan. Misalnya, dikasih tanggung jawab kecil: beresin mainan sendiri, bantu ambilkan air minum, atau diajak memutuskan menu makan malam. Dari hal-hal kecil ini mereka belajar bertanggung jawab dan berani mengambil keputusan.
Dan ingat, setiap anak butuh proses. Kadang salah, kadang gagal, itu wajar. Orang tua tinggal mendampingi dengan sabar.

4. Ciptakan lingkungan keluarga yang lapang dada
Kalau di rumah suasananya adem, anak-anak berani bicara. Jangan langsung dipotong kalau mereka berpendapat. Biarkan mereka menyampaikan idenya.
Selain itu, biasakan musyawarah dalam keluarga. Misalnya sebelum beli barang, atau menentukan liburan. Dengan begitu, anak belajar kalau keputusan itu sebaiknya dipikirkan bersama.

Jadi, orang tua itu bukan cuma mengarahkan, tapi juga menjadi sahabat komunikasi bagi anak. Kalau kita konsisten, insyaAllah anak-anak tumbuh jadi pribadi yang komunikatif, percaya diri, dan siap jadi pemimpin di masa depan.

Bayangkan anak itu seperti bibit pohon. Kalau ditanam di tanah yang subur, disiram kasih sayang, dan kena cahaya teladan yang baik, dia akan tumbuh jadi pohon yang kuat dan rindang. Tapi kalau tanahnya keras, jarang disiram, atau penuh racun, pohon itu bisa layu.

Keluarga adalah tanahnya. Kalau di rumah ada komunikasi yang hangat, nilai agama yang tertanam, dan ruang bagi anak untuk belajar mandiri, insyaAllah mereka akan tumbuh jadi generasi yang komunikatif, percaya diri, dan siap memimpin dengan akhlak mulia.

Salam Pamit
Jadi, Ayah Bunda… mari kita mulai dari hal-hal sederhana di rumah: mendengar anak, memberi teladan, dan menciptakan suasana keluarga yang lapang dada. InsyaAllah, benih kecil yang kita rawat hari ini akan jadi pohon besar yang bermanfaat di masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *